Jumat, 08 April 2011

remote desktop tanpa pakai program laen

Remote Desktop adalah salah satu dari sekian banyak program yang difungsikan sebagai penyedia akses ke komputer lewat jaringan. Microsoft menyediakan program ini untuk me-manage komputer berbasis Microsoft Windows. Dengan program ini Anda dapat terhubung dengan komputer di kantor Anda dari rumah Anda. Anda bisa mengakses program, file dan resource di jaringan LAN seolah Anda benar-benar berada di depan komputer kantor.

Agar proses Remote Desktop bisa berjalan, Anda perlu mempersiapkan tiga hal sebagai berikut:

1. Komputer yang Akan anda akses dari jarak jauh harus diinstall Windows XP Professional atau ke atas. Komputer ini juga harus berada dalam jangkauan jaringan network yang memperbolehkan akses koneksi dengan Remote Desktop. Komputer ini selanjutnya disebut sebagai Host.
2. Komputer yang akan Anda gunakan sebagai sarana remote komputer Host harus berjalan di atas Windows 95 ke atas. Komputer ini juga harus memiliki Software Remote Desktop Connection Client. Komputer ini selanjutnya disebut sebagai Klien.
3. Kedua komputer harus terhubung dengan salah satu dari jaringan: Internet via koneksi VPN atau jaringan LAN lokal

Catatan:
- Jika Anda kedua komputer tidak saling tehubung dengan VPN, Anda perlu mengetahui IP Address komputer Host serta Computer Name.
- Ingat, komputer Host atau komputer yang akan Anda remote harus memakai Windows XP Professional ke atas. Windows XP Home Edition belum mendukung komputer sebagai Host Remote Desktop.

Untuk men-setting Remote Desktop, mulai dari komputer Host. Disini saya misalkan dengan komputer kantor Anda.

Pastikan Anda login sebagai user yang memiliki level akses Administrator

1. Klik Start > Control Panel seperti gambar di bawah. Jika Control Panel Anda masih menggunakan tampilan Category View, agar lebih mudah mengikuti ulasan ini saya sarankan Anda untuk mengganti tampilan ke Classic View dengan meng klik tombol “Switch to Classic View” di sisi kiri Control Panel.
2. Dobel Klik System
remote-desktop11
3. Klik pada tab “Remote”, pilih cek boks “Allow users to connect remotely to this computer” kemudian klik OK
remote-desktop2

Selanjutnya, pastikan Anda telah menset Firewall Windows untuk memperkenankan pengecualian (Exceptions) dengan langkah berikut ini:

1. Pada Control Panel > Dobel klik ikon Windows Firewall
remote-desktop3
2. Pastikan cek boks “Don’t allow exceptions” dalam kondisi terpilih
remote-desktop4
3. Klik pada tab Exceptions, pastikan cek boks “Remote Desktop” terpilih.
remote-desktop5
4. Klik OK, kemudian tutup jendela Security Center.
Sekarang Komputer Host Anda sudah siap untuk menerima Remote Access

Selanjutnya Anda perlu memberi nama komputer Host Anda dengan langkah berikut:

1. Pada Control Panel, dobel klik pada ikon System, masuk pada tab Computer Name
2. Tulis Nama Lengkap untuk komputer, klik OK.
remote-desktop6
3. Tutup Control Panel
4. Biarkan komputer ini tetap hidup, dan pastikan agar tetap terhubung pada jaringan perusahaan dengan akses internet.

Sekarang Anda bisa melakukan akses ke komputer Host ini dari komputer manapun yang terhubung dengan koneksi internet atau jaringan Local Area Network. Ikuti panduannya di sini.
Related Posts with Thumbnails

*
*
*
*
*
48
48
48
48
48
48
48
48
48
*


Baca selengkapnya di: http://guntingbatukertas.com/sistem-operasi/windows/setting-cepat-remote-desktop-untuk-mengakses-komputer-dari-jarak-jauh-2/#ixzz1Iv8LcGG6
Under Creative Commons License: Attribution No Derivatives

Kamis, 24 Maret 2011

tasawuf

A. Pengertian Tasawuf

Secara bahasa tasawuf diartikan sebagai Sufisme (bahasa arab: تصوف ) adalah ilmu untuk mengetahui bagaimana cara menyucikan jiwa, menjernihan akhlaq, membangun dhahir dan batin, untuk memporoleh kebahagian yang abadi.

Ada beberapa sumber perihal etimologi dari kata “Sufi”. Pandangan yang umum adalah kata itu berasal dari Suf (صوف), bahasa Arab untuk wol, merujuk kepada jubah sederhana yang dikenakan oleh para asetik Muslim. Namun tidak semua Sufi mengenakan jubah atau pakaian dari wol. Teori etimologis yang lain menyatakan bahwa akar kata dari Sufi adalah Safa (صفا), yang berarti kemurnian. Hal ini menaruh penekanan pada Sufisme pada kemurnian hati dan jiwa. Teori lain mengatakan bahwa tasawuf berasal dari kata Yunani theosofie artinya ilmu ketuhanan.

Yang lain menyarankan bahwa etimologi dari Sufi berasal dari “Ashab al-Suffa” (“Sahabat Beranda”) atau “Ahl al-Suffa” (“Orang orang beranda”), yang mana adalah sekelompok muslim pada waktu Nabi Muhammad yang menghabiskan waktu mereka di beranda masjid Nabi, mendedikasikan waktunya untuk berdoa

B. Dasar-Dasar Qur`ani Tasawuf

Para pengkaji tentang tasawuf sepakat bahwasanya tasawuf berazaskan kezuhudan sebagaimana yang diperaktekkan oleh Nabi Saw, dan sebahagian besar dari kalangan sahabat dan tabi’in. Kezuhudan ini merupakan implementasi dari nash-nash al-Qur’an dan Hadis-hadis Nabi Saw yang berorientasi akhirat dan berusaha untuk menjuhkan diri dari kesenangan duniawi yang berlebihan yang bertujuan untuk mensucikan diri, bertawakkal kepada Allah Swt, takut terhadap ancaman-Nya, mengharap rahmat dan ampunan dari-Nya dan lain-lain.

Meskipun terjadi perbedaan makna dari kata sufi akan tetapi jalan yang ditempuh kaum sufi berlandasakan Islam. Diantara ayat-ayat Allah yang dijadikan landasan akan urgensi kezuhudan dalam kehidupan dunia adalah firman Allah dalam al-Qur’an

yang Artinya : “Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia kamiberikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat”. (Q.S Asy-Syuura [42] : 20).

Diantara nash-nash al-Qur’an yang mememerintahkan orang-orang beriman agar senantiasa berbekal untuk akhirat adalah firman Allah dalam Q.S al-Hadid [57] ayat: 20

yang Artinya : “Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; Kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning Kemudian menjadi hancur. dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia Ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu”.

Ayat ini menandaskan bahwa kebanyakan manusia melaksanakan amalan-amalan yang menjauhkannya dari amalan-amalan yang bermanfaat untuk diri dan keluarganya, sehingga mereka dapat kita temukan menjajakan diri dalam kubangan hitamnya kesenangan dan gelapnya hawa nafus mulai dari kesenangan dalam berpakaian yang indah, tempat tinggal yang megah dan segala hal yang dapat menyenangkan hawa nafsu, berbangga-bangga dengan nasab dan banyaknya harta serta keturunan (anak dan cucu). Akan tetapi semua hal tesebut bersifat sementar dan dapat menjadi penyebab utama terseretnya seseorang kedalam azab yang sangat pedih pada hari ditegakkannya keadilan di sisi Allah, karena semua hal tersebut hanyalah kesenangan yang melalaikan, sementara rahmat Allah hanya terarah kepada mereka yang menjauhkan diri dari hal-hal yang melallaikan tersebut.

Ayat al-Qur’an lainnya yang dijadikan sebagai landasan kesufian adalah ayat-ayat yang berkenaan dengan kewajiban seorang mu’min untuk senantiasa bertawakkal dan berserah diri hanya kepada Allah swt semata serta mencukupkan bagi dirinya cukup Allah sebagai tempat menggantungkan segala urusan, ayat-ayat al-Qur’an yang menjelaskan hal tersebut cukup variatif tetapi penulis mmencukupkan pada satu diantara ayat –ayat tersebut yaitu firman Allah dalam Q.S ath-Thalaq [65] ayat : 3

yang Artinya : “Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah Telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”.

Diantara ayat-ayat al-Qur’an yang menjadi landasan munculnya kezuhudan dan menjadi jalan kesufian adalah ayat-ayat yang berbicara tentang rasa takut kepadan Allah dan hanya berharap kepada-Nya diantaranya adalah firman Allah dalam Q.S as-Sajadah [ ] ayat : 16 yang Artinya: “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap
Maksud dari perkataan Allah Swt : “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya” adalah bahwa mereka tidak tidur di waktu biasanya orang tidur untuk mengerjakan shalat malam”.

Minggu, 27 Februari 2011

hanya boleh iri pada 2 orang

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ حَسَدَ إِلاَّ فِى اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالاً فَسُلِّطَ عَلَى هَلَكَتِهِ فِى الْحَقِّ ، وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ الْحِكْمَةَ ، فَهْوَ يَقْضِى بِهَا وَيُعَلِّمُهَا

“Tidak boleh hasad (ghibtoh) kecuali pada dua orang, yaitu orang yang Allah anugerahkan padanya harta lalu ia infakkan pada jalan kebaikan dan orang yang Allah beri karunia ilmu (Al Qur’an dan As Sunnah), ia menunaikan dan mengajarkannya.”[2]

Tentang Ghibtoh

Ibnu Baththol rahimahullah mengatakan, “Hasad yang dimaksud di sini adalah hasad yang dibolehkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bukan hasad yang tercela.”[3] Ibnu Baththol mengatakan pula, “Inilah yang dimaksud dengan judul bab yang dibawakan oleh Imam Bukhari yaitu “Bab Ghibthoh dalam Ilmu dan Hikmah”. Karena siapa saja yang berada dalam kondisi seperti ini (memiliki harta lalu dimanfaatkan dalam jalan kebaikan dan ilmu yang dimanfaatkan pula, pen), maka seharusnya seseorang ghibthoh (berniat untuk mendapatkan nikmat seperti itu) dan berlomba-lomba dalam kebaikan tersebut.“[4]

Ibnu Hajar Al Asqolani rahimahullah menjelaskan, “Yang dimaksud hadits di atas adalah tidak ada keringanan pada hasad kecuali pada dua hal atau maksudnya pula adalah tidak ada hasad yang baik (jika memang benar ada hasad yang baik). Disebut hasad di sini dengan maksud hiperbolis, yaitu untuk memotivasi seseorang untuk meraih dua hal tersebut. Sebagaimana seseorang katakan bahwa hal ini tidak bisa digapai kecuali dengan jalan yang keliru sekali pun. Dimotivasi seperti ini karena adanya keutamaan jika seseorang menggapai dua hal tersebut. Jika jalan yang keliru saja ditempuh, bagaimana lagi jika jalan yang terpuji yang diambil dan mungkin tercapai. Intinya masalah ghibtoh ini sejenis dengan firman Allah,
فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَات
“Berlomba-lombalah dalam kebaikan.”[5] Karena musobaqoh yang dimaksudkan dalam ayat ini adalah berlomba-lomba dalam kebaikan, siapakah nantinya yang terdepan.

An Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Para ulama membagi hasad menjadi dua macam, yaitu hasad hakiki dan hasad majazi. Hasad hakiki adalah seseorang berharap nikmat orang lain hilang. Hasad seperti ini diharamkan berdasarkan kata sepakat para ulama (baca: ijma’) dan adanya dalil tegas yang menjelaskan hal ini. Adapun hasad majazi, yang dimaksudkan adalah ghibthoh. Ghibthoh adalah berangan-angan agar mendapatkan nikmat seperti yang ada pada orang lain tanpa mengharapkan nikmat tersebut hilang. Jika ghibthoh ini dalam hal dunia, maka itu dibolehkan. Jika ghibthoh ini dalam hal ketaatan, maka itu dianjurkan.
Sedangkan maksud dari hadits di atas adalah tidak ada ghibtoh (hasad yang disukai) kecuali pada dua hal atau yang semakna dengan itu.”[6]

Senin, 07 Februari 2011

adab2 makan

Pertama: Mengucapkan tasmiyah

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فَإِنْ نَسِىَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِى أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

"Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta'ala. Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta'ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: ‘Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)’."[1]

Dari Hudzaifah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الشَّيْطَانَ يَسْتَحِلُّ الطَّعَامَ أَنْ لاَ يُذْكَرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ

"Sungguh, setan menghalalkan makanan yang tidak disebutkan nama Allah padanya.”[2]

Ibnu Hajar Al Asqolani rahimahullah mengatakan, “Yang dimaksud dengan tasmiyah ketika makan adalah bacaan ‘bismillah’.”[3] Ibnu ‘Allan Asy Syafi’i rahimahullah mengatakan, “Jika disebut tasmiyah, maka yang dimaksud adalah ucapan “bismillah”. Sedangkan jika disebut basmalah, maka yang dimaksud adalah ucapan “bismillahir rohmaanir rohiim”.[4] Al Fakihaani rahimahullah mengatakan, “Tidak perlu menambahkan ‘ar rohman ar rohiim’. Namun jika terlanjur mengucapkannya, maka tidak kena dosa apa-apa.”[5]



Kedua: Makan dengan tangan kanan

Dalam Shahih Muslim disebutkan sebuah riwayat,

« إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ ».

"Jika seseorang di antara kalian makan, maka hendaknya dia makan dengan tangan kanannya. Jika minum maka hendaknya juga minum dengan tangan kanannya, karena setan makan dengan tangan kiri dan minum dengan tangan kirinya pula."[6]



Ketiga: Tidak makan yang di hadapan orang lain (ketika makan dalam satu nampan)

Dari ‘Umar bin Abi Salamah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda padanya,

يَا غُلاَمُ سَمِّ اللَّهَ ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ

“Wahai anak, sebutlah nama Allah, dan makanlah dengan tangan kananmu, serta makanlah yang ada di hadapanmu."[7]



Keempat: Makan dari sisi luar (pinggir), tidak dari tengah

Dari Ibnu ‘Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الْبَرَكَةَ تَنْزِلُ وَسَطَ الطَّعَامِ فَكُلُوا مِنْ حَافَتَيْهِ وَلاَ تَأْكُلُوا مِنْ وَسَطِهِ

“Barokah itu turun di tengah-tengah makanan, maka mulailah makan dari pinggirnya dan jangan memulai dari tengahnya.”[8]



Kelima: Tidak makan dalam keadaan bersandar

Dari hadits Abu Juhaifah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَمَّا أَنَا فَلاَ آكُلُ مُتَّكِئًا

“Adapun saya tidak suka makan sambil bersandar.”[9] Al Hafizh Ibnu Hajar menyatakan bahwa bersandar di sini sifatnya umum, tidak dikhususkan bentuk bersandar dengan sifat tertentu.[10]

Jumat, 04 Februari 2011

Jumat, 24 Desember 2010

myfristGUI 1

//pemanggilan library yg diperlukan
import javax.swing.JFrame;
import javax.swing.JPanel;
import javax.swing.JButton;
import javax.swing.JTextField;
import javax.swing.JLabel;
import java.awt.*;
import java.awt.event.*;

public class myFristGUI extends JFrame implements ActionListener { //deklarasi class dengan menuruni sifat dari JFrame dengan meng-implements suatu Action
public myFristGUI(){
super("Frame PertamaKu"); //memberi judul frame
setSize(500, 400); //ukuran frame
panel1.setLayout(null);
//peletakan Objek-objek
lbl1.setBounds(100, 100, 75, 25); //( posisiX, posisiY, panjang, lebar)
txt1.setBounds(180, 100, 150, 25);
btn1.setBounds(200, 150, 75, 25);
lblnama1.setBounds(50, 200, 400, 100);

//mengatur Font pada Label Nama
lblnama1.setFont(new Font("Tahoma", Font.BOLD, 32));

//menempelkan Objek pada Panel
panel1.add(lbl1);
panel1.add(txt1);
panel1.add(btn1);
panel1.add(lblnama1);

//menempelkan Panel pada Frame
getContentPane().add(panel1);

//membuat Frame menjadi terlihat / ditampilkan
setVisible(true);

//menambahkan action pada Button
btn1.addActionListener(this);
}

//action
public void actionPerformed(ActionEvent e){
if(e.getSource() == btn1){ //jika action terjadi pada btn1 ( button clicked )
lblnama1.setText(txt1.getText()); //mengambil nilai String dari txt1 kemudian di kirimkan ke lblnama1
txt1.setText(""); //mengosongkan String pada txt1

}
}

public static void main(String[] args){ //main method
new myFirstGUI(); //memanggil constructor myFirstGUI()
}

//deklarasi Objek yg akan digunakan
private JPanel panel1 = new JPanel();
private JTextField txt1 = new JTextField();
private JLabel lbl1 = new JLabel("Nama Anda :"),
lblnama1 = new JLabel();
private JButton btn1 = new JButton("OK");
}

Minggu, 12 Desember 2010

program fifo dengan pascal

Program fifo;
02 uses crt;
03 var
04 x:array[1..100] of integer;
05 y:array[1..100] of integer;
06 z:array[1..100] of integer;
07 i,jum,n,t,jum2 : integer;
08
09 begin
10 clrscr;
11 t:=0;
12 jum:=0;
13 write('Masukkan proses = ');readln(n);
14 for i:= 1 to n do
15 begin
16 write('Proses ke-',i,' = ');readln(x[i]);
17 y[i]:=t;
18 z[i]:=x[i]+y[i];
19 jum:=jum+y[i];
20 jum2:=jum2+z[i];
21 t:=x[i]+t;
22 end;
23 writeln('===================================================');
24 writeln('Proses | CPU Time | Waiting Time | TAT ');
25 writeln('===================================================');
26 for i:=1 to n do
27 begin
28 writeln(' P',i,' ',x[i],' ',y[i],' ',z[i]);
29 end;
30 writeln('===================================================');
31 writeln(' Rata-rata = ',' ',jum/n:4:2,' ',jum2/n:4:2);
32 readln;
33 end.

Minggu, 05 Desember 2010

MENGAPA BENDERA INDONESIA BERWARNA MERAH PUTIH?

Bendera nasional Indonesia adalah sebuah bendera berdesain sederhana dengan dua warna yang dibagi menjadi dua bagian secara mendatar (horizontal) yaitu merah dan putih.
Dulu pada saat Bung Karno bercerita didepan kongres rakyat Jawa-Timur, beliau menceritakan asal mula warna merah putih sebagai warna bendera pusaka bangsa dan negara Indonesia. Beliau berpesan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tidak memperdebatkan Sang merah putih ini. Jangan ada satu pihak yang mengusulkan warna lain sebagai bendera Republik Indonesia.
Beliau juga mengatakan bahwa warna Merah Putih ini bukan buatan Republik Indonesia, Bukan buatan kita dari zaman pergerakan nasional. Apa lagi bukan buatan Bung Karno, bukan buatan Bung Hatta! Enam ribu tahun sudah kita mengenal akan warna Merah Putih ini. Bukan seribu tahun, bukan dua ribu tahun, bukan tiga ribu tahun, bukan empat ribu tahun, bukan lima ribu tahun! Enam ribu tahun kita telah mengenal warna Merah Putih!
Tatkala di sini belum ada agama Kristen, belum ada agama Islam, belum ada agama Hindu, bangsa Indonesia telah meng-agungkan warna Merah Putih. Pada waktu itu kita belum mengenal Tuhan dalam cara mengenal sebagai sekarang ini. Pada waktu itu yang kita sembah adalah Matahari dan Bulan. Pada waktu itu kita hanya mengira, bahwa yang memberi hidup itu Matahari. Siang Matahari – malam Bulan. Matahari merah- Bulan putih.
Pada waktu itu kita telah mengagungkan warna Merah Putih. Kemu¬dian bertambah kecerdasan kita. Kita lebih dalam menyelami akan hidup di dalam alam ini. Kita memperhatikan segala sesuatu di dalam alam ini dan kita melihat, alam ini ada yang hidup bergerak, ada yang tidak bergerak. Ada manusia dan binatang, makhluk-makhluk yang bergerak. Ada tumbuh-tumbuhan yang tidak bisa bergerak. Manusia dan binatang itu darahnya merah. Tumbuh-tumbuhan darahnya putih. Getih – Getah. Coba dengarkan hampir sama dua perkataan ini: Getih – Getah. Cuma i diganti dengan a. Kemudian kita mengagungkan Getih – Getah. Merah – Putih. Saudara-saudara, itu adalah fase kedua.
Fase ketiga, manusia mengerti akan kejadian manusia. Mengerti, bahwa kejadian manusia ini adalah dari perhubungan laki dan perempuan, perempuan dan laki. Orang mengerti perempuan adalah merah, laki adalah putih. Dan itulah sebabnya maka kita turun-temurun mengagungkan Merah-Putih. Apa yang dinamakan “gula-kelapa”, mengagungkan bubur”bang-putih”. Itulah sebabnya maka kita kemudian-tatkala kita mempunyai negara-negara setelah mempunyai kerajaan-kerajaan- memakai warna Merah-Putih itu sebagai bendera negara.
Tatkala kita mempunyai kerajaan Singasari, Majapahit Merah-Putih telah berkibar. Dan tatkala kita mengadakan pergerakan nasional sejak tahun 1908 dengan lahirnya Budi Utomo-dan diikuti oleh Serikat Islam, oleh NIP (Nationaal Indische Partij), oleh ISDP, oleh PKI, oleh Sarekat Rakyat, oleh PPPK, oleh PBI, oleh Parindra, dan lain-lain-maka rakyat lndonesia tetap mencintai Merah-Putih sebagai warna benderanya. Dan tatkala kita pada tanggal 17 Agustus 1945 memproklamirkan kemerdekaan itu, dengan resmi kita menyatakan Sang Merah Putih adalah bendera kemerdekaan kita.
Maka dari itu kawan! sudah saatnyalah kita sebagai penerus bangsa yang besar ini untuk tegap berdiri, tatap sang pusaka kita dengan rasa bangga! Berkibarlah engkau Sang Pusaka Merah Putih.

Minggu, 14 November 2010

java tulis ke file

import java.io.*;

class WriteToFile
{
public static void main(String args[])
{
try{

// Membuat sebuah file
FileWriter fs = new FileWriter("hasil.txt");
BufferedWriter out = new BufferedWriter(fs);
out.write("Hello World");

//menutup stream output
out.close();

}catch (Exception e){ //Catch exception jika ada
System.err.println("Error: " + e.getMessage());
}
}
}

java baca

import java.io.*;
class javabaca
{
public static void main(String[]args)
{
try
{
FileOutputStream simpen=new FileOutputStream("fileku.txt");
PrintStream panggil=new PrintStream(javabaca);
panggil.println("MuhammadAmir");
panggil.println("20094350144");
panggil.println("3c(sore)");
panggil.close();
}
catch (Exception e)
{
System.err.println("error");
}
System.out.println("muhammadamir");

{
try
FileInputStream buka=new FileInputStream("file.txt");
DataInputStream lagi=new DataInputStream(javabaca);
while (lagi.available()!=0)
{
String hasil=lagi.readLine();
System.out.println(hasil);
}
lagi.close();
}
catch (Exception e)
{
System.err.println("error");
}
System.out.println("muhammadamir");
}
}
}

Sabtu, 13 November 2010

computer based infotmation system

CBIS ( Computer Base Information System)
By M. Amir

• Memberi kesempatan untuk meningkatkan komunikasi dan pengambilan keputusan dlm suatu organisasi.
• Perancangan harus memberikan perhatian kepada tingkatan tingkatan manajemen dan kelompok organisasi.
• Pusat kekuatan informal dari suatu organisasi yang dpt mempengaruhi keberhasilan CBIS harus diidentifikasikan dan dimasukkan dlm perancangan.
• Harus menjaga manajemen yang dibutuhkan oleh lingkungan dan perubahan yang mempengaruhi susunan organisasi
Mengelola CBIS
• Manajer bertanggung jawab untuk mengembangkan dan memelihara CBIS
• Dlm beberapa situasi manajer hrs dpt mengerjakan semua tugas tanpa bantuan.
• Spesialis informasi memberikan bantuan teknis jika diperlukan.
• CBIS akan dikembangkan manajer harus merencanakan life cycle dan kemudian mengontrol para spesialis.
• Mengontrol sumber CBIS untuk menjaga penampilan sistem dengan segala kemampuan, setelah implementasi.
Manajemen Sumber Informasi.
Perencanaan manajemen puncak dari suatu perusahaan yang akan menetapkan penggunaan komputerisasi yang akan berguna untuk mengetahui penciptaan sumber informasi dan pengelolaannya Information resources management (IRM), jika perusahaan akan menerapkan IRM maka harus ada tiga unsur, yaitu :
1. Eksekutif puncak bagian komputer melaporkan secara langsung kepada pimpinan yang disebut Chief Information Officer (CIO)
2. CIO turut ambil bagian dengan Eksekutif lain dalam menyusun rencana jangka panjang untuk organisasi
3. Rencana jangka panjang harus dibuat agar kebutuhan informasi dapat memberi kepuasan pelayanan melalui komputerisasi personal, dll
Subsistem sistem Dalam Keorganisasian/ Perusahaan
1. Fungsi organisasi terpisah dalam hal kegiatan dan ditentukan secara manajerial sebagai tanggung jawab sendiri-sendiri
2. SIM dipandang sebagai sebuah gabungan sistem informasi
3. Setiap sitem fungsional berdiri sendiri dalam hal prosedur, program, model yang saling tdk bersamaan.
4. Gagasan dasarnya sama untuk mengenali fungsi-fungsi pokok atas nama subsistem dapat dirancang.
Subsistem utama dalam Sebuah organisasi Manufaktur
1. Pemasaran : Ramalan penjualan, perencanaan penjualan, analisis pelanggan, penjualan
2. Manufaktur : Perencanaan dan penjadualan produksi, pengendalian biaya, analisa biaya
3. Logistik : Perencanaan dan pengendalian pembelian, persedian barang, dan distribusi
4. Personalia : Perencanaan kebutuhan pegawai, menganalisa prestasi, administrasi gaji.
5. Keuangan & Acc : Analisis Keuangan, analisis biaya, perencanaan kebutuhan modal, perhitungan pendapatan.
6. Pengolahan Informasi : Perencanaan sistem informasi, analisis biaya
7. Manajemen Puncak : perencanaan strategis, pengalokasian sumber daya.
= Organisasi adalah pembinaan hubungan wewenang dan dimaksudkan untuk mencapai koordinasi yang struktural, baik secara vertikal maupun secara horisontal diantara posisi yang telah diserahi tugas-tugas khusus yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan perusahaan.
= Organisasi terdiri dari dua bagian :
1. Bagian-bagian / Departemen / Divisi : yang berarti menciptakan struktur dengan bagian yang diintegrasikan.
2. Hubungan-hubungan : yakni hubungan antar komponen organisasi sedemikian rupa, sehingga hubungannya satu sama lain terikat oleh hubungan terhadap keseluruhan.
MODEL
Adalah abstraksi dari suatu masalah yang menampilkan tujuan dan aktivitas yang saling berhubungan.
Jenis Model :
1. Model Fisik : adalah gambaran dari suatu sistem yang langsung diwujudkan dalam bentuk fisik
2. Model Naratif : adalah model yang digambarkan dengan kata lisan ataupun tertulis
3. Model Grafis : adalah model yang diwujudkan dengan gambaran garis, simbol dan bentuk gambar.
4. Model Matematis : adalah model yang digambarkan dengan bentuk model matematika.
Penggunaan Model : Memudahkan pemahaman dan meramal
Dimensi Informasi :
v Relevansi : informasi mempunyai jika ia berhubungan secara khusus dengan maslah yang ada.
v Ketetapan : informasi harus tepat (akurat)
v Tepat waktu : informasi diperlukan saat masalah krisis belum terjadi
v Kelengkapan : informasi harus mempunyai suatu kandungan yang lengkap.
DATABASE
Database : susunan record data operasional lengkap dari suatu organisasi/perusahaan, yang terorganisir dan disimpan secara integrasi dengan menggunakan metode tertentu dalam komputer sehingga mampu memenuhi informasi optimal yang diperlukan oleh pemakai.
Manajemen Data : merupakan bagian dari manajemen informasi, yang mencakup aktivitas yang dilakukan untuk memastikan keakuratan dan up to date-an data perusahaan.
Subsistem Pangkalan Data (Database)
= Data mempunyai nilai sepanjang :
ü Data itu bisa dicari kembali
ü Diolah
ü Disediakan untuk orang yang membutuhkannya dalam batas waktu
= Suatu sistem informasi manajemen menggambarkan persediaan suatu rangkaian data yang cukup lengkap yang disimpan agar dapat memyediakan informasi untuk mendukung operasi, manajemen, dan pembuatan keputusan dalam suatu organisasi.
= Rangkaian file data yang saling berkaitan secara logik yang dipelihara untuk SIM disebut pangkalan data (Data Base)
= Perangkat lunak yang diperlukan untuk mengelola secara efektif dan menggunakan pangkalan data disebut sistem pangkalan data.
= Seluruh sistem yang menyangkut pangkalan data, perangkat lunak data, administrator pangkalan data, dan prosedur pangkalan data disebut sub sistem pangkalan data dan merupakan bagian dari sistem informasi manajemen.
Konsep Data dan Susunan Data
ü Data harus disusun agar pengolahan beberapa ciri suatu objek pengolahan data.
ü Butir data dapat membentuk suatu hubungan hirarkis antar mereka.
Butir Data
ü Suatu butir sering disebut sebagai bidang atai Fields,
ü Suatu bidang adalah ruang penyimpanan pada sarana file pengolahan data fisik, sedangkan butir adalah apa yang disimpan didalamnya.
ü Rangkaian kolom didefinisikan sebagai bidang butir data yang ditetapkan pons.
ü Butir data panjangnya tetap atau variable. Misalnya, nama dan alamat cukup beraneka ragam dalam jumlah karakter yang diperlukan. Tetapi hanya dua digit angka akan menampung usia setiap karyawan.
Rekaman
ü Butir data yang berhubungan dengan suatu obyek pengolahan data digabung menjadi suatu rekaman untuk obyek itu.
ü Kalau obyek pengolahannya adalah suatu pelanggan, butir seperti nomor pelanggan, nama, alamat, sisa hutang, dan tingkat pemberian kredit merupakan rekaman bagi pelanggan.
ü Setiap butir data untuk suatu rekaman menempati suatu bidang pada sarana penyimpanan. Jumlah penyimpanan yang diperlukan berbagai bidang rekaman merupakan penyimpanan yang dibutuhkan rekaman. Rekaman suatu jenis tertentu panjangnya bisa tetap atau tdk tetap (variabel)
File
ü Suatu kumpulan rekaman yang saling berhubungan atau disebut rangkaian data
ü Pemeliharaan dan penciptaan suatu file adalah suatu beban kerja dalam suatu sistem pengolahan informasi komputer
Jenis File
1. File Induk : rekaman yang relatif permanen berisikan informasi statistik, identifikasi dan historis. Dipakai sebagai suatu sumber referensi atau pencarian kembali. Co/ : File Personalia, File Persediaan.
2. File Transaksi/ File Perincian : kumpulan rekaman yang menguraikan transaksi perusahaan. Dikembangkan sebagai hasil pengolahan transaksi penyiapan dokumen transaksi. Dipakai untuk meremajakan file induk. Co/ : File faktur penjualan, file pesanan pembelian, file perusahaan skala gaji.
3. File Laporan : catatan yang disarikan dari data dalam file induk menyiapkan suatu laporan. Co/ : File laporan untuk pajak yang ditahan, file laporan pelanggan yang menunggak pembayaran, file laporan untuk analisa ketrampilan pegawai.
4. File Penyortiran : suatu file kerja berisi rekaman yang harus diurut. File ini bisa berupa file asli salinan file asli salinan file transaksi, file induk atau file laporan.
STRUKTUR INFORMASI
ü Suatu struktur informasi menentukan hubungan yang dimiliki data bagi pemakai informasi.
ü Suatu struktur informasi bisa dikelompokkan sebagai hirarkis atau hubungan. Hubungan hirarkis merupakan suatu hubungan Inferior-superior.
Peralatan Penyimpanan File
ü Sarana penyimpanan file yang paling umum dipakai adalah pita magnetik atau piringan magnetik.
Susunan File Untuk Pengolahan Data
Tujuan dari suatu susunan file adalah :
1. Menyediakan suatu sarana untuk mencari rekaman bagi pengolahan, seleksi, atau penyaringan (Extracting)
2. Memudahkan penciptaan dan pemeliharaan file.
Beberapa pertimbangan dalam desain file :
Pertimbangan Catatan
Metode Jangkauan File Jangkauan berurutan atau langsung
Besarnya file Dipengaruhi jumlah rekaman, besarnya rekaman, besarnya blok dan metode penyimpanan data pada sarana file
Desain item Tetap atau variabel
Biaya sarana file Biayanya paling tinggi untuk peralatan jangkauan langsung yang cepat seperti tromol dan piringan, paling rendah untuk sarana peraltan penyimpanan jangkauan lambat seperti pita magnetik.
File pengolahan pemeliharaan dan pertanyaan Peremajaan online dan pencarian kembali yang sering versus pengolahan periodik.
Kebutuhan akan suatu pangkalan data Pangkalan data memperluas besarnya rekaman dan memperbesar kompleksitas manajemen file.
Kerahasiaan file Ketentuan pengamanan untuk membatasi jangkauan dan membatasi pembuatan perubahan pada file.
= Susunan File secara berurutan=
ü Dalam susunan file secara berurutan rekaman disimpan menurut kunci rekaman.
ü Susunan file secara berurutan adlh biasa karena memanfaatkan sarana file yang paling murah yakni pita magnetik.
ü Susunan secara berurutan pada suatu piringan seringkali disebut metode jangkauan secara berurutan (sequential access methode /SAM)
ü Efisiensi susunan secara berurutan untuk pencarian data yang diperlukan oleh pertanyaan tergantung pada jenis pertanyaannya. Kalau pertanyaannya adalah mengenai suatu rekaman spesifik yang ditandai oleh kuncinya, suatu file secara berurutan seperti pita magnetik ditelusuri mulai dari awalnya sampai rekaman itu ditemukan.
Manfaat dan kelemahan susunan secara berurutan dalam peremajaan file induk, adalah :
Manfaat Kelemahan
Desain file adalah sederhana pencarian suatu rekaman hanya memerlukan suatu kunci urutan
Kalau tingkat kegiatan adalah tinggi, kesederhanaan kunci sebagai metode untuk jangkauan memudahkan pengolahan yang efisien.
Sarana file yang murah dapat dipakai ( pita magnetik) Seluruh file harus diolah betapapun rendahnya tingkat kegiatannya
Transaksi harus disortir dalam urutan yang sama dengan file
File adalah selalu uang sampai batas suatu kelompok belum diolah.
=Susunan File Secara Acak=
ü Masalah susunan file untuk pengolahan data yang memakai penyimpanan jangkauan langsung adalah bagaimana menyimpan rekaman data sedemikian rupa sehingga lokasi penyimpanan dapat ditemukan.
ü Bagi jangkauan acak baik sekali kalau kunci rekaman adalah sama dengan nomor identifikasi untuk lokasi penyimpanan piringan.
ü Teknik yang paling dikenal dan sering dipakai untuk menghasilkan alamat melalui randomizzing adalah pembagian kunci dengan satu bilangan positif yang biasanya adalah suatu bilangan utama. Suatu kesulitan dengan prosedur randomizzing adalah bahwa beberapa alamat tidak akan pernah muncul sedangkan dua atau lebih banyak kunci rekaman bisa menghasilkan alamat piringan yang identik. Dalam keadaan demikian, salah satu rekaman disimpan pada lokasi yang dihasilkan dengan alamat piringan disimpan dalam overflow location.
= Susunan File Secara Acak yang Diindeks=
Indeks seringkali dalam urutan kunci rekaman, yang memungkinkan indeks dicari secara berurutan atau dengan cara proses pencarian biner untuk menemukan alamat sebuah rekaman, dalam beberapa keadaan, suatu indeks berurutan tidak dikehendaki dalam suatu susunan yang diindeksbisa diciptakan dengan suatu pohon indeks.
= Susunan File Secara Berurutan yang di Indeks=
Susunan secara berurutan yang diindeks pada hakekatnya merupakan suatu kompromi antara metode jangkauan berurutan dan jangkauan acak. Susunan ini juga dikenal sebagai ISAM (Indexed Sequential Access Methode/ metode jangkauan berurutan yang diindeks)
=Susunan Daftar untuk Pencarian Informasi=
Masalah jangkauan adalah paling hebat dalam aplikasi pencarian informasi. Suatu alternatif atas susunan berurutan atau acak adalah dengan memakai semacam bentuk susunan daftar, hubungan antar rekaman ditentukan petunjuk (pointer) hingga tidak perlu adanya susunan file khusus.
=Susunan daftar sederhana=
Dalam suatu daftar sederhana suatu masukan dalam suatu indeks menunjuk pada rekaman pertama. Rekaman pertama dalam daftar menunjuk pada rekaman logik kedua dan seterusnya.
=Susunan daftar yang dibalikkan=
suatu rangkaian ciri penuh akan memungkinkan file dijangkau melalui ciri mana saja. File ini dikatakan sebagai “Dibalikkan” (inverted)

Rabu, 10 November 2010

java_panggil_awal

btnPanggil.setMnemonic('P');  << 1
     btnPanggil.addActionListener(new ActionListener() {  << 2
       public void actionPerformed(ActionEvent e) {  << 3
        Form_kedua b = new Form_kedua();  << 4
        b.show();  << 5
        }
       
        });
     setDefaultCloseOperation(JFrame.EXIT_ON_CLOSE); << 6
     this.getContentPane().setLayout(null); << 7
     this.setTitle("Test Memanggil Form lain"); << 8
     btnPanggil.setBounds(new Rectangle(90,10,250,20)); << 9
     this.getContentPane().add(btnPanggil,null); << 10
     this.setSize(500,200); << 11
     Dimension layar = Toolkit.getDefaultToolkit().getScreenSize(); << 12
     int L = (layar.width - this.getSize().width) / 2; << 13
     int T = (layar.height - this.getSize().height) / 2; << 14
     this.setLocation(L,T); << 15
     this.setResizable(false); << 16
     this.setVisible(true); << 17

panggil form lain

btnPanggil.setMnemonic('P');  << 1
     btnPanggil.addActionListener(new ActionListener() {  << 2
       public void actionPerformed(ActionEvent e) {  << 3
        Form_kedua b = new Form_kedua();  << 4
        b.show();  << 5
        }
       
        });
     setDefaultCloseOperation(JFrame.EXIT_ON_CLOSE); << 6
     this.getContentPane().setLayout(null); << 7
     this.setTitle("Test Memanggil Form lain"); << 8
     btnPanggil.setBounds(new Rectangle(90,10,250,20)); << 9
     this.getContentPane().add(btnPanggil,null); << 10
     this.setSize(500,200); << 11
     Dimension layar = Toolkit.getDefaultToolkit().getScreenSize(); << 12
     int L = (layar.width - this.getSize().width) / 2; << 13
     int T = (layar.height - this.getSize().height) / 2; << 14
     this.setLocation(L,T); << 15
     this.setResizable(false); << 16
     this.setVisible(true); << 17

java class panggil

import javax.swing.*;
import javax.swing.text.*;
import java.awt.*;
import java.awt.event.*;


public class TestForm extends JFrame {
    JButton btnPanggil = new JButton("Panggil Form lain");
    
    public TestForm() {
   btnPanggil.setMnemonic('P');
     btnPanggil.addActionListener(new ActionListener() {
       public void actionPerformed(ActionEvent e) {
        Form_kedua b = new Form_kedua(); 
        b.show();
        }
       
        });
     setDefaultCloseOperation(JFrame.EXIT_ON_CLOSE);
     this.getContentPane().setLayout(null);
     this.setTitle("Test Memanggil Form lain");
     btnPanggil.setBounds(new Rectangle(90,10,250,20));
     this.getContentPane().add(btnPanggil,null);
     this.setSize(500,200);
     Dimension layar = Toolkit.getDefaultToolkit().getScreenSize();
     int L = (layar.width - this.getSize().width) / 2;
     int T = (layar.height - this.getSize().height) / 2;
     this.setLocation(L,T);
     this.setResizable(false);
     this.setVisible(true);
  }
  
    public static void main(String[] args) {
     TestForm form_satu_awal = new TestForm();
    }
    
}

Selasa, 09 November 2010

java 2d

/**
* Write a description of class Array2D_cara2 here.
*
* @author (Muhammad Amir)
* @version (04082010)
*/
public class Array2D_cara2
{
public static void main(String[]args){
int[][]arrx={{10,20,30},{40,50,60},{70,80,90}};
//cara dua(2) Array 2 Dimensi
//Dimensi ukuran 3*3
System.out.println(“Nilai arrx[0]:”+ arrx[0][0]);
System.out.println(“Nilai arrx[0]:”+ arrx[0][1]);
System.out.println(“Nilai arrx[0]:”+ arrx[0][2]);
System.out.println(“Nilai arrx[1]:”+ arrx[1][0]);
System.out.println(“Nilai arrx[1]:”+ arrx[1][1]);
System.out.println(“Nilai arrx[1]:”+ arrx[1][2]);
System.out.println(“Nilai arrx[2]:”+ arrx[2][0]);
System.out.println(“Nilai arrx[2]:”+ arrx[2][1]);
System.out.println(“Nilai arrx[2]:”+ arrx[2][2]);
}
}
Hasil Outputnya :
Nilai arrx[0]:10
Nilai arrx[0]:20
Nilai arrx[0]:30
Nilai arrx[1]:40
Nilai arrx[1]:50
Nilai arrx[1]:60
Nilai arrx[2]:70
Nilai arrx[2]:80
Nilai arrx[2]:90

java array 2dimensi

/**
* Write a description of class array2 here.
*
* @author (Muhammad amir)
* @version (04082010)
*/
public class array2
{
public static void main(String[]args){
int bilangan[][]=new int[5][5];
int baris, kolom;
for (baris=0;baris<5;baris++)
for (kolom=0;kolom<5;kolom++)
bilangan[baris][kolom]=(baris)+(kolom);
for (baris=0;baris<5;baris++){
System.out.printf(“%d\t”,baris);
for (kolom=0;kolom<5;kolom++)
System.out.printf(“%d\t”,bilangan [baris][kolom]);
System.out.println(“\n”);
}
}
}
Hasil Outpunya :
hasilnya :
0 0 1 2 3 4
1 1 2 3 4 5
2 2 3 4 5 6
3 3 4 5 6 7
4 4 5 6 7 8

Minggu, 07 November 2010

java bacastring

import java.io.*;
class bacastringandfile
{
public static void main (String [] args)
{
try
{
FileInputStream fstream = new FileInputStream("myfile.txt");
DataInputStream datainput = new DataInputStream(fstream);
while (datainput.available()!=0)
{
String data = datainput.readLine();
System.out.println(data);
}
datainput.close();
}
catch (Exception x)
{
System.out.println("File Input Error");
}
}
}

pemrograman java hrg buncis

import java.io.*;
class hargabuncis
{
public static void main (String [] args)
{
String x;
int harga=0,jumlah=0,n=0;
try
{
FileInputStream fstream= new FileInputStream ("c:/hargabuncis.txt");
DataInputStream datainput = new DataInputStream(fstream);
while (datainput.available()!=0)
{
x=datainput.readLine();
harga=Integer.parseInt(x);
n=n+1;
jumlah=jumlah+harga;
System.out.println("harga buncis hari ke "+n+" "+harga);
}
datainput.close();
}
catch (Exception e)
{
System.out.println("File Input Error");
}
double rata2=jumlah/n;
System.out.println("harga buncis rata-rata "+rata2);
}
}